Tips Supaya Anak Mau Belajar Tanpa Disuruh

Kegiatan belajar di rumah yang dilakukan anak bisa bikin kita para orang tua heboh juga kan, Bun. Ya, kalau pas tiba waktunya belajar, anak mesti disuruh-suruh dulu. Bahkan, sampai harus adu otot sama Bunda atau Ayahnya.

Hmm, sebenarnya apa sih yang bisa kita lakukan supaya anak nggak perlu disuruh lagi untuk belajar? Jadi, udah timbul kesadaran dalam diri mereka untuk belajar.

Kalau kata psikolog anak Wikan Putri Larasati MPsi, melibatkan anak dalam membuat jadwal belajar bisa lebih menumbuhkan rasa tanggung jawab dan inisiatif pada anak untuk belajar, Bun.

“Sisipkan juga kegiatan refreshing di jadwal hariannya agar anak tidak merasa terbebani dalam menjalankannya,” papar psikolog dari Biro Psikologi Castra Tangerang ini.

Orang tua dapat membantu menumbuhkan semangat belajar anak dengan cara memastikan terlebih dulu bahwa anak memiliki fasilitas belajar yang mendukung.

 



“Kayak meja atau area belajar yang nyaman, buku-buku pelajaran yang cukup lengkap, dan alat tulis memadai. Penerangan juga diharapkan cukup terang agar anak nyaman untuk belajar,” ungkap Wikan saat berbincang sama HaiBunda.

Selain itu, pastikan bahwa suasana di lingkungan sekitar cukup kondusif, misalnya tidak ada TV yang menyala selama kegiatan belajar atau nggak ada anggota keluarga yang melakukan aktivitas dan menimbulkan kegaduhan.

Bahkan kalau bisa orang tua juga terlibat dalam kegiatan belajar anak, Bun. Seperti apa?

“Misalnya dengan ikut melakukan tanya jawab, membuatkan soal, juga dapat menumbuhkan motivasi belajar anak lho,” papar Wikan.

Christina Tedja MPsi, psikolog klinis menambahkan, jika orang tua sibuk, maka diperlukan bantuan guru les atau semacamnya.

Memang, hendaknya sejak dini atau di awal masuk sekolah dasar anak sudah mulai dididik, diarahkan, dan dilatih untuk memiliki tanggung jawab sendiri dalam aktivitas belajar.

“Hal begini tidak terjadi dengan sendirinya dan instan. Memerlukan waktu, proses, konsistensi, kesempatan, dan keberanian orang tua sendiri dalam ‘melepas’ anak menjadi mandiri tanpa melalaikan prestasi,” kata psikolog yang akrab disapa Tina ini.




Namun, jika si anak sendiri yang nggak mau belajar, kita harus apa?

Menurut Tina, tergantung seberapa mandiri, matang, dan bertanggung jawabnya anak kita saat ini, Bun. Kalau orang tua merasa selama ini anaknya udah mampu mempertanggungjawabkan semua prestasi dan sikapnya di sekolah dengan baik, maka ada baiknya kita percaya pada gaya belajar anak.

“Tapi kalau belum, maka anak perlu dipandu lebih jauh untuk belajar,” ungkap Tina.(rdn/vit)

 

HAIBUNDA

Seperti Apa Guru Sejati, ini Pendapat Pakar Pendidikan

Dalam rangka menyambut Hari Guru Nasional (HGN) 2017, Indonesia Bermutu (IB)  mengadakan diskusi bulanan/sawala. Kegiatan tersebut  dilaksanakan di Sekretariat IB,  Jalan H. Naimun nomor 1 Pondok Pinang Jakarta Selatan, Kamis (23/11).

Indonesia Bermutu adalah  lembaga kajian, penelitian, pendidikan dan pelatihan. Di dalamnya bergabung tokoh dari berbagai bidang/organisasi yang peduli peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Termasuk para dosen/guru besar dan guru.

Peneliti IB Suprananto mengatakan,  sebagai pendidik,  penilai dan evaluator sejati,  guru justeru meningkatkan kualitas layanannya pada saat siswa mengalami kegagalan.  “Ketidakmampuan siswa mencapai kompetensi yang diharapkan menunjukkan bahwa mereka perlu pembinaan yang lebih berkualitas.  Hal ini  membuktikan bahwa penilaian dalam pendidikan merupakan jaminan bagi setiap peserta didik untuk mendapatkan hak-hak pendidikannya,” kata Suprananto yang juga peneliti Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) dalam rilis IB yang diterima Republika.co.id, Jumat (24/11).

 



Penasehat IB  Bahrul Hayat PhD mengemukakan, guru sejati adalah mereka yang menghidupkan hati dan pikiran anak didiknya dan mereka mengabdi dengan sepenuh hati dan pikiran. “Semua upaya pengembangan profesi guru oleh semua pihak harus diarahkan pada pembentukan karakter guru sebagai pendidik yang mencintai profesi dan anak didiknya,” tutur  Bahrul Hayat yang juga ketua umum HEPI.

Hal senada diungkapkan  Pembina IB Prof  Burhanuddin Tola. “Guru adalah guru yang mampu mengubah kompetensi siswanya dan mengubah kompetensi dirinya sendiri. Perubahan tersebut akibat karena ada penilaian dan evaluasi,” ujar Burhanuddin Tola yang juga guru besar Universita Negeri Jakarta (UNJ).

Peneliti IB Afrizal Sinaro mengatakan,  momentum  Hari Guru Nasional tahun ini,  saatnya para pendidik khususnya guru untuk  bangga dan bersyukur dengan profesinya.  “Profesi yang menjadi pilihan kita sebagai  guru adalah profesi yang sangat mulia. Jutaan anak manusia menanti, berharap kehadiran kita untuk bisa berbagi ilmu dan amal melalui dunia pendidikan. Selamat Hari Guru Nasional 2017,” papar Afrizal Sinaro yang juga ketua Yayasan Perguruan Al-Iman.

 

REPUBLIKA

Hari Guru, Menag Jalan Sehat Bersama Ribuan Guru Madrasah

Jakarta (Kemenag) Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melepas peserta gerak jalan sehat dalam rangka Hari Guru ke-71 Tahun 2017 bersama guru-guru madrasah se Jabodetabek di Lapangan Upacara Kantor Kementerian Agama Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta, Sabtu (18/11).

Ribuan guru madrasah dari jenjang Raudhatul Athfal hingga Madrasah Aliyah serentak bergerak usai Menag mengangkat bendera start disaksikan Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin dan Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury menelusuri rute jalan sehat di mulai dari Kantor Kemenag, Jalan Pejambon, Merdeka Timur, Tugu Tani dan kembali ke garis finish di Lapangan Upacara Kantor Kemenag.



Peserta gerak jalan sehat yang merupakan guru-guru madrasah di wilayah Jabodetabek bersemangat merayakan hari guru dengan sukacita. Peserta yang melalui podium disambut senyum dan lambaian tangan Menag, dan tak urung sejumlah peserta berebut bersalaman dengan Menag .

Menag mengatakan, guru adalah profesi yang hebat, orang-orang hebat lahir dari tangan-tangan guru.

“Guru adalah profesi yang sangat mulia, karena setiap kita bisa jadi seperti sekarang ini karena jasa para guru kiita. Dan kita di Kemenag, mempunyai tradisi yang baik memperingati hari guru dengan sejumlah kegiatan,” kata Menag.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan yang kita lakukan, tidak hanya sekedar dalam kerangka mengakrabkan, tapi juga melibatkan masyarakat lebih luas untuk memberi perhatian yang lebih besar kepada guru sebagai profesi yang begitu mulia,” tambahnya.

Hari Guru tahun 2017, Kemenag menggelar sejumlah kegiatan, diantaranya; Pemberian Anugerah Konstitusi kepada Guru Pendidikan Kewarganeraaan dari tngkat MI, Mts dan MA yangbekerjasama dengan Mahkamah Konstitusi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama, telah dilaksanakan pada tanggal 6 – 11 November 2017.




Anti Corruption Teacher Supercamp yang dilaksanakan oleh KPK bekerjasama dengan Kementerian Agama diselenggarakan pada tanggal 13-18 November 2017. Jalan Sehat bersama Menteri Agama RI yang diikuti oleh guru madrasah dari tingkat Raudatul Athfal sampai Madrasah Aliyah, Sabtu 18 November 2017 .

Grand Final Kompetisi Guru, Kepala dan Tenaga Kependidikan Berprestasi pada Madrasah yang akan dilaksanakan pada tanggal 21-24 November 2017. Pameran pendidikan Islam Guru Madarsah pada tanggal 21-24 November 2017. Malam Puncak Hari Guru Nasional yang akan dilaksanakan pada tanggal 6-7 Desember 2017.

 

KEMENAG RI

Guru RA Didorong Jadi Ujung Tombak Pencetak Generasi Agamis

Keberadaan guru Raudhatul Athfal (RA) dinilai dapat menjadi ujung tombak dalam mencetak generasi muda yang agamis. Pasalnya, peran mereka penting dalam membentuk karakter anak sejak dini.

Oleh karena itu para guru RA diharapkan dapat meningkatkan kualitasnya. “Para guru
RA telah membantu meringankan beban pemerintah dalam bidang pendidikan anak-anak
dan membangun karakter anak-anak,’ terang Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono
akhir pekan lalu.



Hal ini disampaikan di sela-sela acara gebyar Muharam dan syukuran Ikatan Guru RA
(IGRA) ke-15 di Kecamatan Cicurug, Sukabumi. Menurut Adjo, pendidikan tersebut
diharapkan dapat menumbuhkan insan-insan yang mulia. Kondisi ini, kata dia dapat
terwujud bila para guru RA berupaya meningkatkan mutu dan kualitas lembaga
pendidikan RA.

Adjo mengatakan, IGRA harus terus berperan sebagai unjuk tombak dalam mencetak
generasi muda yang agamis. Di sisi lain lanjut dia, pemerintah daerah akan terus
berusaha secara maksimal agar kesejahteran para guru RA dapat di tingkatkan.

Hal ini demi terwujudnya guru yang berkualitas dan bekerja secara profesional
dalam membentuk karakter anak menjadi manusia-manusia shaleh dan shalehah. Untuk
menggapai pendidkan RA berkualitas itu, dia menambahkan, diperlukan sejumlah
persyaratan.




Di antaranya lanjut Adjo, adanya komitmen untuk terus meningkatkan kualitas guru,
perubahan paradigma dan sikap mental. Sehingga kata dia momen peringatan ulang
tahun atau milad IGRA jangan hanya dimaknai sebuah seremonial belaka.

Adjo mengatakan, milad sebagai ajang untuk melakukan muhasabah dan introspeksi
diri atas apa yang selama ini telah dijalani. “Milad akan bermakna lebih jika
senantiasa terlahir banyak ide baru dan terbangun dampak positif,” kata dia.

 

sumber: REPUBLIKA

Kunjungan ke Markas Pemadam Kebakaran

Inilah kunjungan anak-anak Raudhatul Athfal (RA) Al Falah ke markas pemadam kebakaran di Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (18/10)

Kunjungan edukatif ini bertujuan untuk mengenalkan profesi pemadam kebakaran dan sekaligus memberikan pengetahuan proses pemadaman api kepada anak-anak usia dini. Bukan itu saja, anak-anak pun diharapkan memahami bahayanya bermain api yang bisa mengakibatkan musibah kebakaran.

Bagi RA Al Falah, kunjungan ke markas pemadam kebakaran ini, sebagai upaya mengenalkan aneka profesi pada anak usia dini, yang menjadi salah satu poin penting dalam proses pembelajaran. Dengan kunjungan seperti ini, siswa siswi akan mempunyai gambaran tentang cita-cita mereka dan apa profesi apa yang ingin mereka raih ketika besar nanti.



Selain kegiatan berkunjung ke markas pemadam kebakaran, pihak RA Al Falah juga memperkenalkan profesi lain kepada para siswa siswi, di antaranya yang baru beberapa hari ini dilakukan adalah kujungan pihak polisi lalulintas ke sekolah. Selain itu, kunjungan siswa siswi ke markas angkatan udara di Halim Perdanakusuma, dan beberapa kunjungn lainnya.

Foto-foto: Ibu Erry